Minggu, 13 Desember 2009
CONTOH NASKAH DRAMA
Erhice : Hi ,,, Din, why do you look sad today? Do you have problem?
Miftakhudin : Yes, I have a problem, it’s about my girlfriend. Now I think all of the girl in this wolrd is crazy.
Erhice : I don’t think so. I think not all of the girl in this word is crazy. Why do you think like that? What happen with your girlfriend?
Miftakhudin : Because my girlfriend has lied to me. She has boyfriend again. Now I don’t know what must I do? I am very confuse.
Erhice : Why do you say like that? I think your girlfriend is faithful girl.
Miftakhudin : Because I saw she with a boy in Rittamall yesterday. She was handing in hand with the boy.
Erhice : Are you sure? Is she your girlfriend?
Miftakhudin : Yes I’m sure. Recently she doesn’t care me. I don’t know why does she change? Now she has never sent me messages, and if I contact her she never answer my phone.
Erhice : Have you met her?
Miftakhudin : I have not met her yet. Actually I want to meet her, but I confuse when can I meet her? Now I can not contact her. Do you know what must I do?
Erhice : I think you should talk with her, and you can ask her that why was she in Rittamall with a boy? What did she do? But if you can not contact her. You can visit her home, so you can meet her.
Miftakhudin : Formerly I will visit her home, but I’m afraid she will hate me again, because her father doesn’t like if there is the boy visit her.
Erhice : It’s very difficult. Now you should think that you are a true boy, still many girls in this world. I think you can get the better girl than your girlfriend now. So don’t feel confuse friend!
Mifakhudin : Thanks for your suggestion. I will try to forget her. Bay the way, have you ever broken heart?
Erhice : Yes I have. At the moment I felt confuse, but now I don’t think it again.
Miftakhudin : What problem did you have? Did you have same problem with me?
Erhice : Yes similar with your problem. Her father doesn’t like if she has boyfriend, because she still study in senior high school.
Miftakhudin : What did you do at the moment?
Erhice : Actually I still love her, but I try to understand her situation. Now I have left her because I think she must concentration about her lessons. So her father doesn’t angry her again. Although I felt sad, but I must think about my future, so I don’t think it again.
Miftakhudin : Oh ,,, you are a great boy.
Erhice : I think we don’t talk about it again, because it’s just make we feel confuse. Now I will watch the movie in order that I don’t feel confuse again.
Miftakhudin : May I know? Where will you watch the movie?
Erhice : I will watch the movie in the Dedy Jaya movie.
Miftakhudin : What movie will you watch?
Erhice : It’s about cartoon movie. Will you follow me?
Miftakhudin : I like it. Ok I will follow you.
Erhice : Come on friend.
PRAGMATIK
Istilah pragmatik pertama-tama digunakan oleh filosof kenamaan Charles Morris (1938). Filosof ini memang mempunyai perhatian besar terhadap ilmu yang mempelajari system tanda (semiotik). Dalam semiotik ini, dia membedakan tiga konsep dasar yaitu sintaktik, semantik, dan pragmatik. Sintaktik mempelajari hubungan formal antara tanda-tanda. Semantik mempelajari hubungan antara tanda dengan objek. Pragmatik mengkaji hubungan antara tanda dengan penafsir (interpreters). Tanda-tanda yang dimaksud di sini adalah tanda-tanda bahasa bukan yang lain.
Berbeda dengan Charles Morris, Carnap (1938) seseorang filosof dan ahli logika menjelaskan bahwa pragmatik mempelajari konsep-konsep abstrak tertentu yang menunjukkan pada agents. Dengan perkataan lain, pragmatic mempelajari hubungan konsep yang merupakan tanda dengan pemakai tanda tersebut. Selanjutnya, ahli lainkan Montague mengatakan bahwa pragmatic adalah Studi yang mempelajari idexical atau deictic. Dalam pegertian yang terakhir ini, pragmatic berkaitan dengan teori rujukan/deiksis, yaitu pemakaian bahasa yang menunjuk pada rujukan tertentu menurut pemakainya.
Pemerolehan Pragmatik.
Manusia dilahirkan di dalam dunia sosial di mana mereka harus bergaul dengan manusia lain yang di sekitarnya. Sejak awal hidupnya dia sudah bergaul sosial dengan terdekat, meskipun bentuk masih satu arah-orang tua berbicara, dan bayi hanya mendengarnya saja. Dalam perkembangan hidup selanjutnya, dia mulai memperoleh bahasa setapak demi setapak. Pada saat yang sama, dia juga sudah dibawa ke dalam kehidupan sosial di mana terdapat rambu-rambu perilaku kehidupan. Rambu-rambu ini diperlukan karena meskipun manusia itu dilahirkan bebas, tetap saja dia harus hidup bermasyarakat. Ini berarti bahwa dia harus pula menguasai norma-norma sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Sebagian dari norma-norma ini tertanam dalam bahasa sehinngga kempetensi anak tidak hanya terbatas pada apa yang dinamakan pemakaian bahasa (language usage) tetapi juga penggunaan bahasa (language use). Dengan kata lain, anak harus pula menguasai kemampuan pragmatik.
Pragmatik merujuk ke telaah makna dalam interaksi yang mencakup makna si pembicara dan konteks-konteks di mana ujaran yang dikeluarkan (jucker, 1998:830). Ninio dan Snow (1996:45) menyatakan bahwa komunikasi non–verbal pada anak sebelum anak dapat mengeluarkan bentuk yang bermakna sebenarnya merupakan kemampuan pragmatik anak. Mereka mengatakan anak sebanarnya sudah tahu mengenai esensi penggunaan bahasa pada waktu anak berumur beberapa minggu. Kent dan Miolo (1996:304) bahkan mengatakan bahwa janin pun sebenarnaya telah terekspos pada bahasa manusia melelui lingkungan intrauterin. Hal ini kemudian tampak dari kesukaan dari suara ibunya dari pada suara orang lain. perbedana antara orang dewasa dengan bayi hanyalah bahwa bayi menaggapi ujaran oarang dewasa tidak (lebih tepatnya, belum) secara verbal. Senyum, tawa, tangis, dan teriakan kecil semua merupakan piranti pragmatik anak. Dapat dicontohkan, jika anak disuruh oleh orang tua untuk mengambil sesutu benda, dia akan langsung merespon perintah orang tuanya dan memberikan benda itu kepada sasaran yang benar yakni ayah atau ibu.
Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi komunikasi pragmatik antara dia dengan orang lain. Jadi, anak manapun sebanaranya telah menunjukan kemampuan prakmatik sejak dini.
Tindak Bahasa
Dalam peristiwa tutur terdapat tindak tutur yang jenisnya bermacam-macam. Menurut Austin yang kemudian disederhanakan oleh Searle, macam tindak tutur terbagi menjadi lima (Levinson, 1983) yaitu sebagai berikut.
1.
Tindak representatif yaitu tindak yang menjelaskan apa dan bagaimana sesustu itu adanya. Termasuk dalam tindakan ini misalnya mengemukakan, menjelaskan, menyatakan, dan menunjuk.
Contohnya :
A : “Buku itu bukan milik saya”
B : “Lalu milik siapa?”
A : “Saya tidak tahu.”
Dari percakapan singkat di atas, bahwa A menyatakan bahwa buku itu bukan miliknya dan A mengemukakan bahwa ia tidak tahu siapa yang sebenarnya memiliki buku itu.
1.
Tindak komisif yaitu tindak tutur yang berfungsi mendorong pembicara melakukan sesuatu misalnya bersumpah dan berjanji.
Contohnya :
A : “Saya berjanji tidak menyebarluaskan masalah ini kepada orang lain, percayalah!”
B : “Baiklah kalau begitu saya akan menceritakannya kepadamu”.
Dari percakapan di atas menunjukkan bahwa A melakukan tindak tutur berjanji kepada B untuk tidak menyebarluaskan masalah tertentu karena A ingin mengetahuinya.
1.
Tindak Direktif yaitu tindak tutur yang berfungsi mendorong penanggap tutur
melakukan sesuatu, misalnya mengusulkan, memohon, memerintah, mendesak, menentang. Dengan kata lain yang bisa memerintah lawan tutur melakukan suatu tindakan verbal maupun non verbal.
Contohnya :
A : “saya haus sekali, tolong ambilkan minum!”
B : “apa dikira saya ini pembantu?” (walaupun begitu B bergegas mengambil air juga).
1.
Tindak ekspresif yaitu tindak tutur yang menyangkut perasaan dan sikap. Tindak tutur ini misalnya berupa tindakan meminta maaf, berterima kasih, mengadukan, menyampaikan, ucapan selamat, mengkritik dan sebagainya. Tindak ekspresif ini berfungsi untuk mengekspresikan dan mengungkapkan sikap psikologis pembicara terhadap lawan bicara.
Contohnya :
A :”Mengapa anda belum menyerahkan tugas?”
B :”Maaf pak, tugas itu memang belum selesai saya kerjakan.”
A :”kapan akan anda serahkan?”
B :”insya allah hari kamis pak.”
Dalam pemenggalan percakapan di atas terdapat adanya tindak tutur meminta maaf, sebagai salahsatu contoh tindak ekpresif.
1.
Tindak deklaratif, yaitu tindak tutur yang berfungsi untuk memantapkan atau membenarkan sasuatu tindak tutur yang lain atau tindak tutur sebelumnya. Tindak tutur deklaratif ini dinyatakan dengan setuju, tidak setuju, benar, dan lain-lain.
Contohnya:
A :”menurut saya,belajar bahasa di samping dipengaruhi oleh bakat bahasa dipengaruhi juga oleh lingkungan. Setujukah anda dengan pendapat saya ini ?”
B :” Ya, saya setuju dan dapat menerima pendapat saudara.”
Kajian pragmatik
Pragmatik adalah kajian tentang penggunaan bahasa sesungguhnya. Pragmatik mencakup bahasan tentang deiksis, praanggapan, tindak tutur, dan implikatur percakapan. Deiksis adalah kata yang tidak memiliki referen yang tetap ( tetapi berubah-ubah ) seperti kata saya, sini, sekarang. Misalnya dalam dialog antara A dan B, saya secara bergantian mengacu kepada A atau B. Kata sini mengacu kepada tempat yang dekat dengan penutur, kata sekarang mengacu kepada waktu ketika penutur sedang berbicara.
Praanggapan mengacu kepada makna tersirat yang ” mendahului“ makna kalimat yang terucapkan ( tertulis ). Makna ini dapat ditangkap dan disimpulkan oleh pendengar ( pembaca ). Kalau kita mendengar ujaran “ibunya sedang sakit”, maka “makna lain” yang bisa ditangkap, yaitu ‘dia mempunyai ibu.’ Inilah yang disebut praanggapan. Untuk mengecek kebenarannya, kita dapat menggabungkan keduanya dengan menempatkan praanggapan di depan ujaran tadi menjadi: “Dia mempunyai ibu, ibunya sedang sakit”. Tetapi, praanggapan itu akan janggal jika ditempatkan di belakang.
Praanggapan berbeda dengan pengartian. Yang disebut pengartian yaitu “makna lain” yang “mengikuti” suatu ujaran. Misalnya kalau kita mendengar ujaran “ini bunga”, maka sebenarnya ada sejumlah makna yang menyertai makna ujaran itu yaitu “pantas wangi” (ini) bukan kerbau. Kalau digabungkan akan menjadi seperti ini:
“ini bunga. Pantas wangi.”
“ini bunga. Bukan kerbau.”
Dalam kehidupan sehari-hari pengartian banyak sekali didahului kata “Artinya, ….”, “itu berarti,….” Jadi, semacam simpulan atau tambahan pengertian (atau makna) atas ujaran yang mendahuluinya.
Tindak tutur adalah suatu ujaran sebagai suatu satuan fungsional dalam komunikasi. Di dalam teori tindak tutur, ujaran itu mempunyai dua jenis makna yaitu:
1.
Makna proposisional (disebut juga makna lekusioner). Makana ini merupakan makna harafiah dasar dari ujaran yang disampaikan (dibawa) oleh kata atau struktur yang dikandung oleh ujaran itu.
2.
Makna ilokusioner (daya ilokusioner). Makna ini merupakan efek yang dipunyai oleh teks tertulis atau ujaran terhadap pembaca atau pendengar. Misalnya kalimat “Saya haus.” Makna proposisionalnya adalah apa yang dikatakan tentang keadaan fisik penutur.
Daya ilokusioner adalah efek yang diinginkan penutur yang dipunyai oleh ujaran terhadap pendengar. Ujaran di atas misalnya mungkin dimaksud untuk meminta sesuatu untuk diminum. Sebuah tindak tutur adalah kalimat atau ujaran yang mempunyai makna proposisional dan daya ilokusioner. Sebuah tindak tutur yang dibentuk secara tidak langsung kadang-kadang disebut tindak tutur tidak langsung, seperti tindak tutur dalam contoh di atas (“saya haus”). Tindak tutur ini sering dirasakan lebih sopan untuk membangun tindak tutur tertentu, misalnya permintaan penolakan.
Implikatur percakapan mengacu kepada jenis “kesepakatan bersama” antara penutur dan lawan tuturnya, kesepakatan dalam pemahaman, bahwa yang dibicarakan harus saling berhubungan. Hubungan atau keterkaitan itu sendiri tidak terdapat pada masing-masing ujaran. Artinya, makna keterkaitan itu tidak diungkapkan secara harafiah pada ujaran itu. Dalam hal itu Soemarmo (dalam Dardjowidjojo, 1988) member contoh cakapan berikut:
A: “Kamu masih di sini.”
B: “Bus ke Muntilan baru saja lewat.”
Kalau hanya melihat kedua ujaran A dan B itu kita tidak memperoleh keterkaitan, karena A berbicara (mungkin dengan keterkejutan atau keheranan masih di sini, di Jogja) tentang B yang ada di depannya, sedangkan B berbicara tentang bus yang ke Muntilan. B tidak perlu heran, karena ada kebenaran bahwa “B ada di sini”. Meskipun A berujar demikian. Mengapa? Karena B menyadari bahwa A tahu betul seharusnya B sudah berangkat ke Muntilan (dan tidak “di sini”). Sebaliknya, A juga tidak perlu heran karena B mengucapkan kalimat itu karena kalimat B tadi merupakan alasan mengapa dia belum berangkat (dan arena itu masih di sini). Jadi, implikatur percakapan itu dapat dikatakan sejenis makna yang terkandung dalam cakapan yang dipahami oleh masing-masing partisipan.
Rabu, 07 Oktober 2009
Situs on Line Photo
Picartia , Situs ini untuk membuat foto-foto menjadi sebuah gambar Mozaik yaitu membuat gambar dari potongan-potongan kecil kaca berwarna, batu dan material lainnya.
Hairmixer , Situs ini untuk mengganti-ganti model rambut selebriti yang ngetrend. Siapa tau anda ingin meniru model rambut selebriti favorit, nah sebelum ke salon tidak ada salahnya mencoba dulu pada situs ini.
hairmixer
Write On It , Situs ini untuk membuat tulisan-tulisan sesuai keinginan anda pada foto-foto template yang sudah tersedia. Mirip Photofunia.com atau Macmypic.com.
Heritage Situs ini untuk mencari kemiripan foto anda dengan selebriti-selebriti, apalagi kalau banyak teman-teman yang mengatakan bahwa anda mirip dengan seleb ini, coba saja apakah benar banyak kemiripan ?
Festisite Situs ini untuk menampilkan foto anda pada uang kertas, tersedia banyak template uang dari berbagai negara.
Wanted Poster Situs ini untuk membuat Poster Wanted dengan gaya klasik western. Setelah masuk ke situs tersebut, klik Wanted Poster. Selain poster wanted, situs ini juga menyediakan tiga efek lain yang dapat digunakan.
Magnigraph Situs ini hanya untuk membuat foto-foto anda menjadi berwarna hitam putih. Tidak ada salahnya untuk dicoba, kadang foto-foto warna hitam putih justru akan terlihat lebih indah bukan ?
Buat Bayi Situs ini dapat mengira-ngira wajah bayi yang akan dihasilkan dari dua buah foto yang anda upload, ya coba saja upload foto anda dan pacar anda, kira-kira beginilah wajah bayi anda menurut komputer atau situs ini.
Fun Photo Box Situs ini mrip dengan Photo Funia dengan template yang berbeda.
Photo505 Situs ini mrip dengan Photo Funia dengan template yang berbeda.
Loonapix Situs ini mrip dengan Photo Funia, Face In Hole dengan template yang berbeda.
Montagraph Situs ini mrip dengan Face In Hole dengan template yang cukup menarik..
Pizap Situs ini untuk menambah teks yang kita inginkan pada foto-foto yang anda upload, cabain aja deh…. :)
Imagechef Situs ini juga untuk manipulasi foto-foto, tersedia berbagai template yang cukup unik.
Funny Photo He…he…coba sendiri ya, capek ….
Blingee Yang ini juga coba saja sendiri, pokoknya make bling…bling deh :)
Fake Magazine Cover Sama…yang ini juga belum dicoba, kayaknya hampir sama dengan beberapa situs untuk buat cover majalah :)
http://y3pp33.wordpress.com
Minggu, 13 September 2009
MUTIARA KHUTBAH IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 HIJRIYAH
Oleh : Ustadz A. Zainul Hakim, S.EI
الله اكبر 7 x الله اكبر كلّما هلّ هلال وابدر. الله اكبر كلّما صام صائم وأفطر. وكلّما أطعام القانع المعتر. الله اكبر الله اكـــــبر الله اكـــــبر . لا اله الا الله والله اكـــــبر الله اكـــــبر
و لله الحمد. الحمد لله الّذى سهّل للعباد طر يق العبادة ويسّر .ووفّاهم اجور أعمالهم من خز ائن جوده الّتى لا تحصر. وجعل لهم يوم عيد يعود عليهم فى كلّ سنة ويتكرّ ر. أحمده سبحانه وهو المستحقّ لأن يُحمد ويُشكر. واشكره على نعم لا تعدّ ولا تحصر. واشهد أن لا اله إ لاّ الله وحده لا شر يك له الملك العظيم ا لأكبر. واشهد أنّ ســيّدنا مـحــمّدا عبده ورسوله الشـّافع فى المخشـر. اللّهـمّ صلّ وسـلّم
على سيّدنا محمّد وعلى اله واصحابه الّذين اذهب عنهم الرّجس وطهّر . (امّا بعد) فيا ا يّهاالنّاس إتّقوا الله ولا تغرّ نّكم ومدد ا لأ عمار.
Hadirin Kaum Muslimin Dan Muslimat Sidang Idul Fitri 1 Syawal 1430 H, yang berbahagia. puji dan syukur yang sedalam-dalamnya, dengan penuh perasaan gembira, kita sanjungkan kehadirat Allah SWT. Tuhan yang telah memberi kita usia yang panjang, sehingga di pagi yang ceria ini kita dapat berkumpul bershaf-shaf memenuhi tempat yang berkah ini.
Fajar tanggal 1 Syawal telah menyingsing di ufuk timur, pada saat ini kita berada pada hari yang agung, pada hari ini pula Allah Azza Wa Jalla memperlihatkan kemulyaan dan keagungannya, dimana seluruh umat TAUHID di segenap penjuru dunia, bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid :
الله اكبر X 3 لا اله إ لاّ الله و الله أكبر. الله اكبر و لله الحمد
Pengumandangan tersebut merupakan realisasi rasa syukur, sebagai ungkapan kesadaran, kalimat keyakinan, serta merupakan panji-panji kemenangan dan kejayaan umat Islam.
HADIRIN HADIRAT RAHIMAKUMULLAH …….
Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dengan segala kemewahan yang terasa di paksakan, dengan segala keberlebihan yang sukar dibayangkan, dalam pesta semesta yang gegap gempita, oleh gemuruh takbir kemenangan yang hingar bingar, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke dalam jiwa, hingga mendirikan bulu-bulu roma. Marilah sejenak kita melakukan perenungan pada hakikat makna ibadah yang telah kita lalui bersama, pada nuansa hati yang tak terkendali ini ……..
Benarkah,v selama sebulan lamanya kita telah menjalankan ibadah puasa, dengan penuh keta’atan dan kepatuhan, hanya mengharap ridla - Nya, sebagai bukti meningkatnya kualitas ketaqwaan kita kepada Allah swt. … .. ? Sebagaimana maksud dicanangkannya puasa itu sendiri;
يآايّها الّذين أمنوا كتب عليكم الصّيام كما كتب على الّذين من قبلكم لعلّكم تتّقون
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian semua berpuasa, sebagaimana ia diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian semua bertaqwa.”
(Qs. Al Baqarah : 183)
Betulkah, kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka …….?
Berhasilkah kita membersihkan iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran …….?
Hari ini Ramadhan telah berlalu ………., bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, relakah kita melepaskannya seadanya ……..? Bagaimanapun, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, terpaksa kita harus rela melepaskannya.
Hari ini hari bersuka ria. Namun ……. adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan atas setan dan kemaruk hawa nafsu ……..? Ataukah karena kita kini terbebas kembali seperti semula? Tak ada lagi yang kita sungkani. Atau bahkan terstimulir oleh kemenangan yang ada pada pihak setan dan nafsu atas diri kami …….. ! Na’udzubilla Billahi Min Dzalik.
YAA ………. RABBY …….. ! Rasanya puasa kami hampa, jiwa ini miskin tak berarti apa, bahkan diri ini bergelimang noda dan dosa. Maka hanya rahmat dan maghfirahmu Yaa ……. Allah yang kami minta, kami ibarat setetes embun dalam lautan keagunganmu ……..
ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHI AL - HAMD, Hadirin Sidang ‘Idul Fitri Yang Dimulyakan Allah …….Kaum muslimin memang berhak bergembira pada hari ketika berbuka dan lebaran tiba, namun kegembiraan kita diperintahkan untuk masuk ke dalam agama Islam secara kafaah sebagaimana firman Allah :
يآايّهاالّذين آمنوا اذ خلوا فى السّلم كآ فّة. و لا تتّبعوا خطوات الشّيطان إ نّه لكم عدوّ مبين (البقرة : 208(
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua ke dalam Islam secara totalitas.” ( Qs. Al-Baqarah : 208 )
Lalu pertanyaannya adalah; Gembira yang islami itu yang bagaimana ? Gembira yang islami yaa gembira yang wajar-wajar saja, gembira yang penuh rasa syukur, gembira yang tidak sampai menafikan atau bahkan melecehkan adanya keperihatinan di fihak lain.
Kegembiraan kaum muslimin atas datangnya lebaran tentunya menjadi hak milik bagi ia yang telah dapat merampungkan kewajiban ibadah puasa Ramadhannya dengan penuh keikhlasan dan njungkung ibadah semata-mata karena mengharap ridlo - Nya, disamping kita telah berhasil pula nyelengi pahala, dan dosa-dosa kita yang telah lewat diampuni oleh Allah Azza Wa Jalla, sebagaimana di jamin sendiri oleh Rasulullah saw. sendiri lewat sebuah haditsnya :
من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه
Artinya : “Barang siapa telah melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat”
Hadirin hadirot sidang idul fitri yang berbahagia. . . . Apapun dan bagaimanapun bentuk puasa yang telah kita lakukan, berapapun nilai yang telah Allah Ta’ala berikan atas puasa kita dengan segala kesempurnaan rahmat dan anugerahnya, untuk lebih menjamin keyakinan keberhasilan perjuangan kita di bulan puasa itu, Allah masih memberi kesempatan kepada kita - yang memang memiliki watak tidak sempurna ini - untuk nambeli kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan puasa kita, barang kali sesekali, sementara mulut kita berpuasa tidak makan dan tidak minum tetapi kita khilaf tidak memuasakannya dari memakan daging saudara-saudara kita dengan ngrasani, mengumpat atau mengeluarkan kata-kata yang tak pantas misalnya dan seterusnya dan lain sebagainya.
Kita diberi kesempatan mengeluarkan sebagian dari bahan makanan kita untuk saudara-saudara kita yng berhak menerimanya lewat zakat fitrah. Di samping makna solidaritas yang terkandung di dalam zakat fitrah itu, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, zakat fitrah itu berfungsi untuk membersihkan orang yang berpuasa dari keterlanjurannya beromong kosong dan berkata buruk saat berpuasa, bahkan menurut hadits riwayat Abu Hafsih Bin Shaahin, puasa Ramadhan bergantung antara langit-langit dan bumi dan hanya zakat fitrahlah yang dapat menaikkannya ke atas.
Kewajiban membayar zakat fitrah ini - menurut Imam Al Syafi’i RA - di fardlukan kepada setiap muslim yang merdeka atau hamba Muba’ad yang memiliki kelebihan bahan makanan di malam dan hari lebarannya, juga pakaian dan tempat tinggal yang layak bagi semua keluarga yang menjadi tanggung jawab nafaqahnya. Adapun tentang waktu wajibnya adalah sejak tenggelamnya mata hari di hari terakhir
bulan suci Ramadhan, dan boleh saja membayarkan zakat fitrah sejak telah masuknya bulan suci Ramadlan dengan niat Ta’jil. Sedangkan membayarkan zakat fitrah setelah dilaksanakannya sholat idul fitri hingga tenggelamnya mata hari juga masih diperkenankan atau masih diterima, tetapi dengan niat mengkodlo’i-nya.
Mudah-mudahan zakat fitrah kita, dapat menyempurnakan ibadah puasa kita, sehingga Allah mengampuni kita, merahmati kita, dan membebaskan kita dari api neraka. Dan moga-moga pula, Allah masih menganugerahkan kekuatan kepada kita untuk dapat melengkapi ganjaran ibadah puasa itu dengan kesediaan kita nantinya, untukpuasa Ramadlan kita yang telah berlalu dengan mengiringinya berpuasa selama enam hari di bulan Syawal ini. Mudah-mudahan ..
ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD
HADIRIN HADIRAT KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT RAHIMAKUMULLAH …….
Selanjutnya segala aktifitas apa saja yang paling utama dilakukan sekembali kita dari shalat idul fitri ini ……. ?
Setelah berpuasa dan njungkung ngibadah selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan niat ikhlas hanya memburu ridla Allah Ta’ala, dan kita telah menambelinya dengan mengeluarkan zakat fitrah, dosa-dosa kitapun diampuni. Namun seperti kita ketahui, dosa yang diampuni itu, hanyalah dosa yang berhubungan langsung dengan Allah. Sementara masih ada dosa lain yang berkaitan dengan sesama kita, antar kita, dimana ampunan Allah bergantung pada pema’afan masing-masing kita yang bersangkutan. Oleh karenanya untuk menyempurnakan ketidak berdosaan kita, setelah shalat idul fitri ditradisikanlah halal bihalal, “sini menghalalkan dan memaafkan situ, situ menghalalkan dan memaafkan sini”.
Dengan demikian pada lebaran kali ini, diharapkan semua macam dosa apapun lebur dan kita kembali sebagaimana fitrah kita, mulus tanpa dosa bagaikan seorang bayi.
Tidakkah kita tak ingin menjadi pailit kelak di hari kemudian ……? Seperti digambarkan oleh Rasulullah saw. dalam hadits shohihnya :
أتذرون من المفلس؟ قالوا المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال عليه الصّلاة والسّلام إنّ المفلس من امّتى من يأتى يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة ويأتى من قدشتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دام هذا وضرب هذا. فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فأنّ فنيت حسناته قبل أن يقضى ماعليه . أخذ من خطا ياهم. فطرحت عليه ثمّ طرح فى النّار (رواه مسلم عن ابى هريرة)
Artinya : “Tahukah kalian semua, siapakah orang yang bangkrut itu ? Tanya Rasulullah kepada para sahabatnya - merekapun menjawab : orang yang bangkrut menurut kita adalah mereka yang tidak memiliki uang dan harta benda yang tersisa.” Kemudian Rasulullah menyampaikan sabdanya : “Orang yang benar-benar pailit - diantara umatku - ialah orang yang di hari kiamat dengan membawa (seabrek) pahala shalat, puasa dan zakat; tapi (sementara itu) datanglah orang-orang yang menuntutnya, karena ketika (di dunia) ia mencaci ini, menuduh itu, memakan harta si ini, melukai si itu, dan memukul si ini. Maka di berikanlah pahala-pahala kebaikannya kepada si ini dan si itu. Jika ternyata pahala-pahala kebaikannya habis sebelum dipenuhi apa yang menjadi tanggungannya, maka diambillah dosa-dosa mereka (yang pernah di dzaliminya) dan ditimpakan kepadanya. Kemudian dicampakkanlah ia ke api neraka.” Naudzubillah …… ! (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Ternyata mulut, tangan, kaki, perut dan anggota tubuh kita yang biasa kita gunakan untuk beribadah, bersujud, berdzikir, berpuasa, memberikan zakat, dapat membuat kita pailit kelak. Tidak hanya menghabiskan modal pahala yang kita tumpuk sepanjang umur kita tapi bahkan dapat menarik kepada kita kerugian orang lain. Ini semua tentunya gara-gara kita terlalu meremehkan dosa dan kesalahan terhadap sesama. Oleh karenanya, apabila kita memuliakan Tuhan, maka termasuk yang dimuliakan Tuhan ialah manusia.
Sedangkan makanan dan kue-kue lebaran kiranya hanyalah sekedar “Ubo Rampe”, karena ada kunjung mengunjungi, patutnya hidangan di sediakan sebagai penghormatan kepada tamu yan hendak berkunjung. Pahalanya terletak pada penghormatan tamu itu, atau pada niat sedekah yang mengiringinya. Demikian pula, agaknya soal pakaian, memperindah rumah dan atau mempercantik ruang tamu.
ALLAAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD
Akhirnya, marilah kita mengikrarkan permohonan maaf kita kepada diri kita sendiri, sebelum kemudian sungkem dan meminta maaf kepada orang-orang tua kita, para Masyayikh dan guru-guru kita, juga antar sesama………
Selamat idul fitri, wahai mata
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya
Kugunakan melihat kilau comberan.
Selamat idul fitri, wahai telinga
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya
Kusumpali rongsokan-rongsokan kata
Selamat idul fitri, wahai mulut
Maafkanlah aku, selama ini
Kau hanya kujejali dan kubuat memuntahkan onggokan-onggokan kotoran
Selamat idul fitri, wahai tangan
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya kugunakan
Mencakar-cakar kawan dan berebut remayh-remah murahan
Selamat idul fitri, wahai kaki
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya kuajak menendang kanan kiri
Dan berjalan di lorong-lorong kegelapan
Selamat idul fitri, wahai akal budi
Maafkanlah aku, selama ini kubiarkan kau terpenjara sendiri ………
Selamat idul fitri, wahai diri
Marilah menjadi manusia suci kembali ……….!
Dari Situs PP Darush Sholah Jember
Minggu, 06 September 2009
Little bit Gramma'
Kata Kerja "have", mempunyai banyak penggunaan dalam Bahasa Inggris. Kita bisa menggunakannya untuk menyatakan "Kepunyaan", "Hubungan" dan lain sebagainya yang menyatakan sebuah aktivitas dan pengalaman.
Kalau kita menggunakan kata "have" untuk menyatakan kepunyaan, hubungan dan bentuk pernyataan lainnya, maka kata "have" dan "have got" dapat dipakai:
• I have a house in the country.
• I have got a house in the country.
• I don’t have any brothers or sisters.
• I haven’t got any brothers or sisters.
• Do you have a cold?
• Have you got a cold?
Tetapi kalau kita ingin menyatakan sebuah aktivitas dan pengalaman, maka kata "have" sajalah yang dapat digunakan. "have got" tidak dapat dipakai:
• She is having a shower at the moment (BUKAN She is having got a shower at the moment)
• We are going to have a party next month (BUKAN We are going to have got a party next month)
• They had an argument (BUKAN They had got an argument)
Namun kalau kita ragu, lebih aman kita gunakan saja "have", sebab bisa dipakai dalam situasi apapun seperti penjelasan di atas.
Perhatikan contoh-contoh berikut ini:
• I/you/we/they have got a cold.
• He/she/it has got a cold.
• I/you/we/they haven’t got a cold.
• He/she/it hasn’t got a cold.
• Have I/you/we/they got a cold?
• Has he/she/it got a cold?
________________________________________
• I/you/we/they have a cold.
• He/she/it has a cold.
• I/you/we/they don’t have a cold.
• He/she/it doesn’t have a cold.
• Do I/you/we/they have a cold?
• Does he/she/it have a cold?
Some vs Any
Some dan Any sama-sama berarti Beberapa
Some digunakan untuk makna positif sedangkan Any digunakan dalam bentuk negatif dan pertanyaan
• There is some bread on the table.
• I would like some more meat.
• Do you have any towels?
• There aren’t any more oranges.
Some dan any dapat juga digunakan sebagai bagian dari Indefinite Pronouns: something, somebody, anything, anyone.
• Is anyone home?
• There isn’t anything in the oven.
• Something is wrong.
Some dapat juga digunakan dalam kalimat tanya, khususnya untuk menawarkan sesuatu atau meminta
• Would you like some more pie?
• Could I have some candy?
Be vs Being
Kata Kerja 'to be' disebut juga Stative Verb. Kata Kerja tersebut jarang digunakan dalam bentuk kata kerja continuous (progressive) seperti, Ppresent Continuous, Past Continuous, Future Continuous, dll.
• I am sad at the moment (BUKAN I am being sad …)
• He was in the kitchen when the phone rang (BUKAN He was being in the kitchen …)
• I will be in Tenerife this time next week (BUKAN I will be being in Tenerife …)
Namun, beberapa kata kerja statif dapat juga digunakan dalam bentuk kata kerja Continuous ketika mengandung makna tertentu. Be adalah salah satu dari kata kerja tersebut.
Kalimat berikut ini tidak salah karena be digunakan untuk menggambarkan sebuah aktivitas.
• The children are being very naughty (= They are doing naughty things)
• He was being careless (= He was doing something carelessly)
Bandingkan contoh berikut ini, dimana be digunakan tidak untuk menggambarkan sebuah aaktivitas:
• I hope you are well. (BUKAN I hope you are being well).
• He was very happy when his friends arrived. (BUKAN He was being very happy …)
Penggunaan lainnya dari kata being adalah dalam bentuk kata kerja Pasif. Kita biasanya memakainya dengan kata kerja bentuk ketiga. Bentuknya seperti di bawah ini:
Present progressive (am/are/is being + past participle)
• The shop is closed because it is being renovated.
Past progressive (was/were being + past participle)
• I knew that he was being dishonest.
Passive –ing forms (being + past participle)
• They look forward to being invited.
________________________________________
be + infinitive
________________________________________
Rencana Yang Matang: Fungsi bentuk seperti ini adalah untuk menjelaskan suatu rencana yang sudah disusun terlebih dahulu, terutama untuk menjelaskan suatu rencana yang bersifat resmi.
• The President is to visit Nigeria next month.
Nasib: Fungsi ini juga untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
• I thought we were saying goodbye for ever. But we were to meet again, many years later.
Pra-syarat: Di dalam Kalimat Pengandaian (Conditional), ketika klausa utama mengekspresikan sesuatu yang harus terjadi dulu jika sesuatu yang lainnya itu terjadi.
• We must hurry if we are to get there by lunchtime.
Perintah: bentuk ini juga untuk memberikan perintah
• You can go to the party, but you are not to be back late.
Be + passive infinitive: Bentuk ini sering digunakan dalam bentuk Pemberitahuan dan Instruksi.
• This cover is not to be removed.
• The medicine is to be taken three times a day.
Rise vs Raise
Apa perbedaan antara rise dan raise?
Rise adalah irregular verb: rise / rose / risen
Raise adalah regular verb: raise / raised / raised
Walaupun arti keduanya sama-sama "naik", namun perbedaannya adalah rise adalah intransitive verb (tidak membutuhkan objek), sedangkan raise adalah transitive verb (membutuhkan objek):
• The sun rises in the east.
• The temperature rose to 100 degrees.
• Mary raised her hand.
• The government is going to raise taxes.
Kalau sesuatu itu naik dengan sendirinya, maka gunakan rise (contohnya matahari terbit), Namun kalau sesuatu itu tidak naik dengan sendirinya, atau karena sesuatu yang lain, maka gunakan raise (contohnya mengangkat tangan, pemerintah menaikkan harga BBM, dll).
• Allergies such as asthma and hay fever are continuing to rise around the world despite efforts to curb pollution, the principal suspect.
• After rain, (the river’s) level rose and fell mightily, and the channels were mined with sunken tree limbs.
• However, it is true that the footballer's weight has risen and fallen over the past few years.
• ... envelops the target in a substance, like a science fiction product, that is completely disabling. There is no need to kill; a gunman cannot even raise his arm to fire.
• ... she smiled broadly and raised a clenched fist at a crowd of airport workers.
Already - Yet - Still
Dalam Present Perfect, kita sering menyatakan bahwa kegunaannya adalah untuk membicarakan tentang kejadian yang berlangsung pada masa lampau dan terjadi pada waktu tertentu di masa itu dan pada saat bicara kejadian tersebut masih berlangsung. Perhatikan contoh berikut ini:
• I've visited my parents three times this week.
• She's smoked a packet of cigarettes already today.
Nah, ketika kita membicarakan tentang "waktu yang belum selesai" ini, kita sering menggunakan " already"dan " yet", yang semuanya dapat digunakan untuk menggambarkan kejadian yang sedang berlangsung atau kita mengharapkannya akan terjadi di masa sekarang.
"Already" dipakai untuk mengatakan bahwa sesuatu itu ada antara sekarang atau masa lampau, bukan di masa yang akan datang. Kata tersebut menyatakan ekspresi terkejut, misalnya karena sesuatu itu berlangsung lebih cepat dari yang diharapkan.
• "When's Sally going to come?" "She's already here."
• "You must go to Scotland." "I've already been.
• " Have you already finished? That was quick!
"Not yet" digunakan untuk mengatakan bahwa sesuatu yang diharapkan itu akan terjadi di masa datang, bukan sekarang atau di masa lalu.
• "Is Sally here?" "Not yet."
• The postman hasn't come yet.
Di dalam pertanyaan, kita memakai " yet" untuk bertanya apakah sesuatu yang kita harapkan itu sudah terjadi atau belum.
• Is supper ready yet?
• Has the postman come yet?"
"Already" dan "yet" dapat juga digunakan untuk membicarakan tentang masa lalu, dan dalam British English, kita memakai Past Perfect Tense untuk menyatakannya:
• I wanted to know if he had already left.
• They hadn't even got up yet.
Kata "still" memiliki arti dan penggunaan yang sama dengan already dan yet.
• She's still asleep.
• Is it still raining?
• I've been thinking for hours, but I still can't decide.
• You're not still seeing the Jackson boy, are you?"
Kata "still" tersebut digunakan dengan Present Simple dan tenses-tenses Continuous. Sama dengan already dan yet, kata still dapat juga digunakan dengan arti Past. Dalam hal ini, Past Simple, Continuous atau Perfect bisa juga digunakan:
• When we arrived they were still at the dinner table.
• When we arrived they were still having dinner.
• When we arrived they still hadn't finished dinner.
Such vs Such as
Such Artinya Demikian/Tersebut sedangkan Such as artinya seperti
Such as diguanakn dengan kata benda dan untuk memberikan contoh:
• He likes playing sports such as tennis, football and swimming.
• At such times as Christmas and Easter, many people take holidays.
Kegunaan such adalah sebagai berikut:
1) Dalam situasi formal, such + noun berarti "tersebut" dan diletakkan sebelum a / an.
• The committee is thinking of raising the subscription. I would oppose such a decision.
• There are various ways of composing secret messages. Such systems are called 'codes' or 'ciphers'.
2) Such digunakan sebelum Aadjective + Noun.
• I’m sorry you had such a bad journey. (= You had a very bad journey, and I’m sorry).
• It was a pleasure to meet such interesting people.
3) Dalam situasi tidak resmi, such dapat juga digunakan untuk memberikan informasi baru, ketika pembicara ingin menekankan apa yang dikatakannya.
• He’s such an idiot!
• She has such a marvellous voice!
Rabu, 02 September 2009
Kamis, 20 Agustus 2009
JENIS JENIS TEXT
Ada 6 jenis text yang akan dijelaskan disini:
1.Recount
2.Procedure
3.Anecdote
4.Narrative
5.Report
6.Report
1.RECOUNT
Recount Tujuan komunikatif: Melaporkan peristiwa, kejadian atau kegiatan dengan tujuan memberitakan atau menghibur. Struktur teks: * Pendahuluan (orientasi), yaitu memberikan informasi tentang apa, siapa, di mana dan kapan; * Laporan (rentetan) peristiwa, kegiatan yang terjadi, yang biasanya disampaikan secara berurut
Contoh:
Class Picnic
Last Friday our school went to Centennial Park for a picnic
First our teachers marked the rolls and the we got on the buses. On the buses, everyone was chatting and eating. When we arrived at the park, some students played cricket, some played cards but others went for a walk with the teachers. At lunchtime, we sat together and had our picnic. Finally, at two o’clock we left for school.
We had a great day.
2.PROCEDURE
Procedure, the communicative purpose is to tell the steps of making or doing something. (Tujuan komunikatif nya: memberi petunjuk cara melakukan sesuatu melalui serangkaian tindakan atau langkah.)
Generic Structure: Goal/Aim – Materials/Tools – Steps/Methods
Language Features of Procedure text:
Imperative form, ex: Cut, Pour, Don’t mix, dsb.
action verbs: turn, put, don’t, mix, dsb.
connectives (untuk mengurutkan kegiatan), ex: then, while, dsb.
adverbials (untuk menyatakan rinci waktu, tempat, cara yang akurat), ex: for five minutes, two centimetres from the top, dsb.
Contoh:
SESAME DROP BISCUITS
Ingredients/Materials:
2 cups flour
1 ½ teaspoons baking powder
½ reaspoon each baking soda and salt
Butter or margarine
2 tablespoons sesame seed
1 cup buttermilk
Night Before:
In a large bowl stir together flour, baking powder, soda and salt.
2 knives or pastry blender cut in ½ cup butter until particles are fine .
Stir in sesame seed.
Next Morning:
Add buttermilk to flour mixture and stir with a fork just until mixed.
Drop by tablespoons on greased cookies sheet.
Bake in preheated 450 degrees oven until light brown. 12 to 14 minutes.
Serve at once with butter.
3.ANECDOTE
Definition and Social Function of Anecdote
Anecdote is a text which retells funny and unusual incidents in fact or imagination. Its purpose is to entertain the readers.
Generic Structure of Anecdote
1. Abstract
2. Orientation
3. Crisis
4. Incident.Language Feature of Anecdote
1. Using exclamation words; it’s awful!, it’s wonderful!, etc
2. Using imperative; listen to this
3. Using rhetoric question; do you know what?
4. Using action verb; go, write, etc
5. Using conjunction of time; then, afterward
6. Using simple past tense
Contoh Anecdote:
Blessing Behind Tragedy
There was a black family in Scotland years ago. They were Clark family with nine children. They had a dream to go to America. The family worked and saved. They were making plan to travel with their children to America. It had taken several years but finally they had saved enough money. They had gotten passport. They had booked seats for the whole family member in a new liner to America.
The entire family was full of anticipation and excitement with their new life in America. However few days before their departure, the youngest son was bitten by a dog. The doctor sewed up the boy. Because of the possibility of getting rabies, there were being quarantined for long days. They were in quarantine when the departure time came. The family dreams were dashed. They could not make the trip to America as they had planned.
The father was full of disappointed and anger. He stomped the dock to watch the ship leaved without him and his family. He shed tears of disappointment. He cursed both his son and God for the misfortune.
Five days latter, the tragic news spread throughout Scotland. The ship, the mighty Titanic, had shank. It took hundreds of passenger and crew with it. Titanic which had been called the unsinkable ship had sunk. It was unbelievable but it was.
The Clak family should have been on that ship, but because of the bitten son by a dog, they were left behind. When the father heard the news, he hugged the son and thanked him for saving the family. He thanked God for saving their lives. It was a blessing behind a tragedy. (Adapted from Look Ahead 2)
GenericStructureAnalysis:
Abstract: Everybody has a dream. You have and so do I. When the dream will come true, there is something wrong last minute before it. What will we feel? What will we do?
Orientation: the Clak family lived in Scotland. They had dream to travel to America. They prepared well for their plan
Crisis: few days before they went to America, his youngest son was bitten by a dog. It made they were being quarantined. They had to forget their plan.
Incident: the family was full of disappointment and anger. The father was angry with his son and God. The family failed to travel to America and the father could not accept it.
Coda: the father thank to his son when he hear the ship sank. He thank to God because of saving the family from sinking. He thought leaving behind the ship was not a tragedy but a blessing.
4.REPORT
Report Tujuan Komunikatif: Menyampaikan informasi tentang sesuatu, apa adanya, sebagai hasil pengamatan sistematis atau analisis. Yang dideskripsikan dapat meliputi gajala alam, lingkungan, benda buatan manusia, atau gejala- gejala sosial. Deskripsi sebuah teks report dapat berupa simpulan umum misalnya tentang rumah sederhana dengan mendekripsikan ciri-ciri subyek tersebut sehingga layak dikategorikan rumah sederhana, dsb.
Contoh:
Fax Machine
Fax, the short term for facsimile is a telecommunications technology used to transfer copies (facsimiles) of documents, especially using affordable devices operating over the telephone network. The word telefax, short for telefacsimile, for “make a copy at a distance”, is also used as a synonym. The device is also known as a telecopier in certain industries. When sending documents to people at large distances, faxes have a distinct advantage over postal mail in that the delivery is nearly instantenous, yet its disadvantages in quality and its proprietary format have relegated it to a position beneath email as the prevailing form of electronic document tranferral.
5.NARRATIVE
Tujuan Komunikatif Teks: Menghibur pendengar atau pembaca dengan pengalaman nyata atau khayal. Ciri naratif adalah adanya unsur konflik (masalah) dan resolusi (penyelesaian masalah). Jumlah masalah atau penyelesaiannya mungkin hanya satu, mungkin juga lebih. Struktur Teks: * Pengenalan latar: tokoh, waktu, dan tempat: * Pengembangan konflik; * Penyelesaian konflik; * Koda: perubahan yang terjadi pada tokoh atau pelajaran yang dapat dipetik dari cerita.
Contoh 1:
It was a warm day in March. I was very excited. The day had finally come. I was in the rowing team for the Olympics. I got up very early and exercised as always. Then after breakfast I drove to Drummoyne. My team arrived and at last it was time to start.
Ready, set and the starting gun went off. We began in the third position and were slowly moving closer. There they were. We could see the second boat and then we did it.
We moved past. My arms were aching. My whole body was sore but we all rowed harder.
The first boat was just in front I saw a dark shadow near the boat. I looked again. What was it? I was sure it was the shape of a cigar. ‘Oh my God’, I thought, ‘I must be seeing things. A shark in Parramata River? Impossible!’
Just then I pulled my oar out of the water. ‘Oh no, why only half?’ I thought. Then I knew. I shouted to my team, ‘Shark! Shark!’ and suddenly we forgot the race. We rowed faster than ever back to shore. We made it. Phew, we were safe!
Contoh 2:
Long ago on the top of Mount Kinabalu in Borneo, there lived a dragon. He owned a large and beautiful pearl. People believed that he controlled the weather with it.
The emperor of China heard this and wanted the pearl. He sent his two sons, Wee Ping and Wee San to Borneo to steal it. The princes, together with one hundred soldiers, set sail for Borneo in twelve sailing junks.
When they arrived in Borneo, The set out immediately to find the famous mountain. Their journey up the rugged slopes of Mount Kinabalu proved very difficult. The dragon guarded his cave very fiercely and killed many of their soldiers.
Then Wee San had a clever idea. He climbed a tall tree, so he could see the dragon’s cave. He noted what time the dragon left his cave to hunt for food and what time he returned to it.
Next he ordered his men to make a fake pearl and a large kite. He waited until the dragon left his cave. Then he placed the fake pearl in a bag, slung it across his shoulder and flew up to the mountain-top on the kite. He exchanged the real pearl for the fake one and then his brother pulled his kite back to the ground.
The brothers quickly returned to their ships and set sail for China. They sailed safely home. The emperor was thrilled with the pearl and gave a big party to celebrate his sons’ return.
6.DESCRIPTIVE
Tujuan Komunikatif : Struktur Teks: ciri-ciri seseorang, suatu benda atau tempat tertentu. * Pengenalan benda, orang atau sesuatu yang akan dideskripsikan. * Deskripsi: menggambarkan ciri-ciri benda tersebut,misalnya berasal dari mana, warnanya, ukurannya, kesukaannya dsb. Deskripsi ini hanya memberikan informasi mengenai benda atau orang tertentu yang sedang dibahas saja, misalnya deskripsi tentang ‘My Dog’. Ciri-ciri ‘anjing saya’ tersebut dapat berbeda dengan anjing yang lain.
What is descdiptive text?
The Definition and Purpose of Descriptive Text
Descriptive text is a text which say what a person or a thing is like. Its purpose is to describe and reveal a particular person, place, or thing.The Generic Structure of Descriptive Text
Descriptive text has structure as below:
Identification; identifying the phenomenon to be described.
Description; describing the phenomenon in parts, qualities, or/and characteristics.
The Language Feature of Descriptive Text
Using attributive and identifying process.
Using adjective and classifiers in nominal group.
Using simple present tense
Contoh 1:
Borobudur Temple
Borobudur is Hindu – Budhist temple. It was build in the nineth century under Sailendra dynasty of ancient Mataram kingdom. Borobudur is located in Magelang, Central Java, Indonesia.
Borobudur is well-known all over the world. Its construction is influenced by the Gupta architecture of India. The temple is constructed on a hill 46 m high and consist of eight step like stone terrace. The first five terrace are square and surrounded by walls adorned with Budist sculpture in bas-relief. The upper three are circular. Each of them is with a circle of bell shape-stupa. The entire adifice is crowned by a large stupa at the centre at the centre of the top circle. The way to the summit extends through some 4.8 km of passage and starways. The design of borobudur which symbolizes the structure of universe influences temples at Angkor, Cambodia.
Borobudur temple which is rededicated as an Indonesian monument in 1983 is a valuable treasure for Indonesian people.Analyzing the Text (Generic Structure Analysis):
Identification; identifying the phenomenon to be described in general; Borobudur temple
Description; describing the Borobudur temple in parts; eight terraces of Borobudur temple and its characteristics
Language Feature Analysis
Using adjective and classifiers; valuable
Using simple present tense; Borobudur is well-known,The temple is constructed, etc
Contoh 2:
The Ambarawa Train Museum houses 21 antique locomotives plus two more, which are stored in the depot. These locomotives are no longer produced; even the factories that made them no longer exist. The main building of this museum is the defunct Ambarawa railway station which was built in 1873. the station covers 127,500 m2.
The oldest in this museum is a locomotive made by Hartman Chemnitz. This locomotive, with a length of 8.58 m and a width of 2.45 m, began its operation in 1891. Using wood as fuel, the steam locomotive could run 50 km/h – its maximum speed.
A special part of a visit to this museum is a trip by train from the Ambarawa Train Museum to the defunct Bedono train station. This package tour is called Railway Mountain Tour. Why is the trip so special? Because the participants will board an antique train and the train will travel
