Minggu, 13 September 2009

MUTIARA KHUTBAH IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 HIJRIYAH

Kamis, 6 September 2007 00:00:00
Oleh : Ustadz A. Zainul Hakim, S.EI



الله اكبر 7 x الله اكبر كلّما هلّ هلال وابدر. الله اكبر كلّما صام صائم وأفطر. وكلّما أطعام القانع المعتر. الله اكبر الله اكـــــبر الله اكـــــبر . لا اله الا الله والله اكـــــبر الله اكـــــبر
و لله الحمد. الحمد لله الّذى سهّل للعباد طر يق العبادة ويسّر .ووفّاهم اجور أعمالهم من خز ائن جوده الّتى لا تحصر. وجعل لهم يوم عيد يعود عليهم فى كلّ سنة ويتكرّ ر. أحمده سبحانه وهو المستحقّ لأن يُحمد ويُشكر. واشكره على نعم لا تعدّ ولا تحصر. واشهد أن لا اله إ لاّ الله وحده لا شر يك له الملك العظيم ا لأكبر. واشهد أنّ ســيّدنا مـحــمّدا عبده ورسوله الشـّافع فى المخشـر. اللّهـمّ صلّ وسـلّم
على سيّدنا محمّد وعلى اله واصحابه الّذين اذهب عنهم الرّجس وطهّر . (امّا بعد) فيا ا يّهاالنّاس إتّقوا الله ولا تغرّ نّكم ومدد ا لأ عمار.
Hadirin Kaum Muslimin Dan Muslimat Sidang Idul Fitri 1 Syawal 1430 H, yang berbahagia. puji dan syukur yang sedalam-dalamnya, dengan penuh perasaan gembira, kita sanjungkan kehadirat Allah SWT. Tuhan yang telah memberi kita usia yang panjang, sehingga di pagi yang ceria ini kita dapat berkumpul bershaf-shaf memenuhi tempat yang berkah ini.
Fajar tanggal 1 Syawal telah menyingsing di ufuk timur, pada saat ini kita berada pada hari yang agung, pada hari ini pula Allah Azza Wa Jalla memperlihatkan kemulyaan dan keagungannya, dimana seluruh umat TAUHID di segenap penjuru dunia, bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid :
الله اكبر X 3 لا اله إ لاّ الله و الله أكبر. الله اكبر و لله الحمد
Pengumandangan tersebut merupakan realisasi rasa syukur, sebagai ungkapan kesadaran, kalimat keyakinan, serta merupakan panji-panji kemenangan dan kejayaan umat Islam.
HADIRIN HADIRAT RAHIMAKUMULLAH …….
Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dengan segala kemewahan yang terasa di paksakan, dengan segala keberlebihan yang sukar dibayangkan, dalam pesta semesta yang gegap gempita, oleh gemuruh takbir kemenangan yang hingar bingar, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke dalam jiwa, hingga mendirikan bulu-bulu roma. Marilah sejenak kita melakukan perenungan pada hakikat makna ibadah yang telah kita lalui bersama, pada nuansa hati yang tak terkendali ini ……..
Benarkah,v selama sebulan lamanya kita telah menjalankan ibadah puasa, dengan penuh keta’atan dan kepatuhan, hanya mengharap ridla - Nya, sebagai bukti meningkatnya kualitas ketaqwaan kita kepada Allah swt. … .. ? Sebagaimana maksud dicanangkannya puasa itu sendiri;
يآايّها الّذين أمنوا كتب عليكم الصّيام كما كتب على الّذين من قبلكم لعلّكم تتّقون
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian semua berpuasa, sebagaimana ia diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian semua bertaqwa.”
(Qs. Al Baqarah : 183)
Betulkah, kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka …….?
Berhasilkah kita membersihkan iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran …….?
Hari ini Ramadhan telah berlalu ………., bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, relakah kita melepaskannya seadanya ……..? Bagaimanapun, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, terpaksa kita harus rela melepaskannya.
Hari ini hari bersuka ria. Namun ……. adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan atas setan dan kemaruk hawa nafsu ……..? Ataukah karena kita kini terbebas kembali seperti semula? Tak ada lagi yang kita sungkani. Atau bahkan terstimulir oleh kemenangan yang ada pada pihak setan dan nafsu atas diri kami …….. ! Na’udzubilla Billahi Min Dzalik.
YAA ………. RABBY …….. ! Rasanya puasa kami hampa, jiwa ini miskin tak berarti apa, bahkan diri ini bergelimang noda dan dosa. Maka hanya rahmat dan maghfirahmu Yaa ……. Allah yang kami minta, kami ibarat setetes embun dalam lautan keagunganmu ……..
ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHI AL - HAMD, Hadirin Sidang ‘Idul Fitri Yang Dimulyakan Allah …….Kaum muslimin memang berhak bergembira pada hari ketika berbuka dan lebaran tiba, namun kegembiraan kita diperintahkan untuk masuk ke dalam agama Islam secara kafaah sebagaimana firman Allah :
يآايّهاالّذين آمنوا اذ خلوا فى السّلم كآ فّة. و لا تتّبعوا خطوات الشّيطان إ نّه لكم عدوّ مبين (البقرة : 208(
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua ke dalam Islam secara totalitas.” ( Qs. Al-Baqarah : 208 )
Lalu pertanyaannya adalah; Gembira yang islami itu yang bagaimana ? Gembira yang islami yaa gembira yang wajar-wajar saja, gembira yang penuh rasa syukur, gembira yang tidak sampai menafikan atau bahkan melecehkan adanya keperihatinan di fihak lain.
Kegembiraan kaum muslimin atas datangnya lebaran tentunya menjadi hak milik bagi ia yang telah dapat merampungkan kewajiban ibadah puasa Ramadhannya dengan penuh keikhlasan dan njungkung ibadah semata-mata karena mengharap ridlo - Nya, disamping kita telah berhasil pula nyelengi pahala, dan dosa-dosa kita yang telah lewat diampuni oleh Allah Azza Wa Jalla, sebagaimana di jamin sendiri oleh Rasulullah saw. sendiri lewat sebuah haditsnya :
من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه
Artinya : “Barang siapa telah melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat”
Hadirin hadirot sidang idul fitri yang berbahagia. . . . Apapun dan bagaimanapun bentuk puasa yang telah kita lakukan, berapapun nilai yang telah Allah Ta’ala berikan atas puasa kita dengan segala kesempurnaan rahmat dan anugerahnya, untuk lebih menjamin keyakinan keberhasilan perjuangan kita di bulan puasa itu, Allah masih memberi kesempatan kepada kita - yang memang memiliki watak tidak sempurna ini - untuk nambeli kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan puasa kita, barang kali sesekali, sementara mulut kita berpuasa tidak makan dan tidak minum tetapi kita khilaf tidak memuasakannya dari memakan daging saudara-saudara kita dengan ngrasani, mengumpat atau mengeluarkan kata-kata yang tak pantas misalnya dan seterusnya dan lain sebagainya.
Kita diberi kesempatan mengeluarkan sebagian dari bahan makanan kita untuk saudara-saudara kita yng berhak menerimanya lewat zakat fitrah. Di samping makna solidaritas yang terkandung di dalam zakat fitrah itu, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, zakat fitrah itu berfungsi untuk membersihkan orang yang berpuasa dari keterlanjurannya beromong kosong dan berkata buruk saat berpuasa, bahkan menurut hadits riwayat Abu Hafsih Bin Shaahin, puasa Ramadhan bergantung antara langit-langit dan bumi dan hanya zakat fitrahlah yang dapat menaikkannya ke atas.
Kewajiban membayar zakat fitrah ini - menurut Imam Al Syafi’i RA - di fardlukan kepada setiap muslim yang merdeka atau hamba Muba’ad yang memiliki kelebihan bahan makanan di malam dan hari lebarannya, juga pakaian dan tempat tinggal yang layak bagi semua keluarga yang menjadi tanggung jawab nafaqahnya. Adapun tentang waktu wajibnya adalah sejak tenggelamnya mata hari di hari terakhir
bulan suci Ramadhan, dan boleh saja membayarkan zakat fitrah sejak telah masuknya bulan suci Ramadlan dengan niat Ta’jil. Sedangkan membayarkan zakat fitrah setelah dilaksanakannya sholat idul fitri hingga tenggelamnya mata hari juga masih diperkenankan atau masih diterima, tetapi dengan niat mengkodlo’i-nya.
Mudah-mudahan zakat fitrah kita, dapat menyempurnakan ibadah puasa kita, sehingga Allah mengampuni kita, merahmati kita, dan membebaskan kita dari api neraka. Dan moga-moga pula, Allah masih menganugerahkan kekuatan kepada kita untuk dapat melengkapi ganjaran ibadah puasa itu dengan kesediaan kita nantinya, untukpuasa Ramadlan kita yang telah berlalu dengan mengiringinya berpuasa selama enam hari di bulan Syawal ini. Mudah-mudahan ..
ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD
HADIRIN HADIRAT KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT RAHIMAKUMULLAH …….
Selanjutnya segala aktifitas apa saja yang paling utama dilakukan sekembali kita dari shalat idul fitri ini ……. ?
Setelah berpuasa dan njungkung ngibadah selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan niat ikhlas hanya memburu ridla Allah Ta’ala, dan kita telah menambelinya dengan mengeluarkan zakat fitrah, dosa-dosa kitapun diampuni. Namun seperti kita ketahui, dosa yang diampuni itu, hanyalah dosa yang berhubungan langsung dengan Allah. Sementara masih ada dosa lain yang berkaitan dengan sesama kita, antar kita, dimana ampunan Allah bergantung pada pema’afan masing-masing kita yang bersangkutan. Oleh karenanya untuk menyempurnakan ketidak berdosaan kita, setelah shalat idul fitri ditradisikanlah halal bihalal, “sini menghalalkan dan memaafkan situ, situ menghalalkan dan memaafkan sini”.
Dengan demikian pada lebaran kali ini, diharapkan semua macam dosa apapun lebur dan kita kembali sebagaimana fitrah kita, mulus tanpa dosa bagaikan seorang bayi.
Tidakkah kita tak ingin menjadi pailit kelak di hari kemudian ……? Seperti digambarkan oleh Rasulullah saw. dalam hadits shohihnya :
أتذرون من المفلس؟ قالوا المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال عليه الصّلاة والسّلام إنّ المفلس من امّتى من يأتى يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة ويأتى من قدشتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دام هذا وضرب هذا. فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فأنّ فنيت حسناته قبل أن يقضى ماعليه . أخذ من خطا ياهم. فطرحت عليه ثمّ طرح فى النّار (رواه مسلم عن ابى هريرة)
Artinya : “Tahukah kalian semua, siapakah orang yang bangkrut itu ? Tanya Rasulullah kepada para sahabatnya - merekapun menjawab : orang yang bangkrut menurut kita adalah mereka yang tidak memiliki uang dan harta benda yang tersisa.” Kemudian Rasulullah menyampaikan sabdanya : “Orang yang benar-benar pailit - diantara umatku - ialah orang yang di hari kiamat dengan membawa (seabrek) pahala shalat, puasa dan zakat; tapi (sementara itu) datanglah orang-orang yang menuntutnya, karena ketika (di dunia) ia mencaci ini, menuduh itu, memakan harta si ini, melukai si itu, dan memukul si ini. Maka di berikanlah pahala-pahala kebaikannya kepada si ini dan si itu. Jika ternyata pahala-pahala kebaikannya habis sebelum dipenuhi apa yang menjadi tanggungannya, maka diambillah dosa-dosa mereka (yang pernah di dzaliminya) dan ditimpakan kepadanya. Kemudian dicampakkanlah ia ke api neraka.” Naudzubillah …… ! (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Ternyata mulut, tangan, kaki, perut dan anggota tubuh kita yang biasa kita gunakan untuk beribadah, bersujud, berdzikir, berpuasa, memberikan zakat, dapat membuat kita pailit kelak. Tidak hanya menghabiskan modal pahala yang kita tumpuk sepanjang umur kita tapi bahkan dapat menarik kepada kita kerugian orang lain. Ini semua tentunya gara-gara kita terlalu meremehkan dosa dan kesalahan terhadap sesama. Oleh karenanya, apabila kita memuliakan Tuhan, maka termasuk yang dimuliakan Tuhan ialah manusia.
Sedangkan makanan dan kue-kue lebaran kiranya hanyalah sekedar “Ubo Rampe”, karena ada kunjung mengunjungi, patutnya hidangan di sediakan sebagai penghormatan kepada tamu yan hendak berkunjung. Pahalanya terletak pada penghormatan tamu itu, atau pada niat sedekah yang mengiringinya. Demikian pula, agaknya soal pakaian, memperindah rumah dan atau mempercantik ruang tamu.
ALLAAHU AKBAR 3X WALILLAHIL HAMD
Akhirnya, marilah kita mengikrarkan permohonan maaf kita kepada diri kita sendiri, sebelum kemudian sungkem dan meminta maaf kepada orang-orang tua kita, para Masyayikh dan guru-guru kita, juga antar sesama………
Selamat idul fitri, wahai mata
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya
Kugunakan melihat kilau comberan.
Selamat idul fitri, wahai telinga
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya
Kusumpali rongsokan-rongsokan kata
Selamat idul fitri, wahai mulut
Maafkanlah aku, selama ini
Kau hanya kujejali dan kubuat memuntahkan onggokan-onggokan kotoran
Selamat idul fitri, wahai tangan
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya kugunakan
Mencakar-cakar kawan dan berebut remayh-remah murahan
Selamat idul fitri, wahai kaki
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya kuajak menendang kanan kiri
Dan berjalan di lorong-lorong kegelapan
Selamat idul fitri, wahai akal budi
Maafkanlah aku, selama ini kubiarkan kau terpenjara sendiri ………
Selamat idul fitri, wahai diri
Marilah menjadi manusia suci kembali ……….!


Dari Situs PP Darush Sholah Jember

Minggu, 06 September 2009

Little bit Gramma'

Have vs Have Got
Kata Kerja "have", mempunyai banyak penggunaan dalam Bahasa Inggris. Kita bisa menggunakannya untuk menyatakan "Kepunyaan", "Hubungan" dan lain sebagainya yang menyatakan sebuah aktivitas dan pengalaman.
Kalau kita menggunakan kata "have" untuk menyatakan kepunyaan, hubungan dan bentuk pernyataan lainnya, maka kata "have" dan "have got" dapat dipakai:
• I have a house in the country.
• I have got a house in the country.
• I don’t have any brothers or sisters.
• I haven’t got any brothers or sisters.
• Do you have a cold?
• Have you got a cold?
Tetapi kalau kita ingin menyatakan sebuah aktivitas dan pengalaman, maka kata "have" sajalah yang dapat digunakan. "have got" tidak dapat dipakai:
• She is having a shower at the moment (BUKAN She is having got a shower at the moment)
• We are going to have a party next month (BUKAN We are going to have got a party next month)
• They had an argument (BUKAN They had got an argument)
Namun kalau kita ragu, lebih aman kita gunakan saja "have", sebab bisa dipakai dalam situasi apapun seperti penjelasan di atas.
Perhatikan contoh-contoh berikut ini:
• I/you/we/they have got a cold.
• He/she/it has got a cold.
• I/you/we/they haven’t got a cold.
• He/she/it hasn’t got a cold.
• Have I/you/we/they got a cold?
• Has he/she/it got a cold?
________________________________________
• I/you/we/they have a cold.
• He/she/it has a cold.
• I/you/we/they don’t have a cold.
• He/she/it doesn’t have a cold.
• Do I/you/we/they have a cold?
• Does he/she/it have a cold?
Some vs Any
Some dan Any sama-sama berarti Beberapa
Some digunakan untuk makna positif sedangkan Any digunakan dalam bentuk negatif dan pertanyaan
• There is some bread on the table.
• I would like some more meat.
• Do you have any towels?
• There aren’t any more oranges.
Some dan any dapat juga digunakan sebagai bagian dari Indefinite Pronouns: something, somebody, anything, anyone.
• Is anyone home?
• There isn’t anything in the oven.
• Something is wrong.
Some dapat juga digunakan dalam kalimat tanya, khususnya untuk menawarkan sesuatu atau meminta
• Would you like some more pie?
• Could I have some candy?


Be vs Being
Kata Kerja 'to be' disebut juga Stative Verb. Kata Kerja tersebut jarang digunakan dalam bentuk kata kerja continuous (progressive) seperti, Ppresent Continuous, Past Continuous, Future Continuous, dll.
• I am sad at the moment (BUKAN I am being sad …)
• He was in the kitchen when the phone rang (BUKAN He was being in the kitchen …)
• I will be in Tenerife this time next week (BUKAN I will be being in Tenerife …)
Namun, beberapa kata kerja statif dapat juga digunakan dalam bentuk kata kerja Continuous ketika mengandung makna tertentu. Be adalah salah satu dari kata kerja tersebut.
Kalimat berikut ini tidak salah karena be digunakan untuk menggambarkan sebuah aktivitas.
• The children are being very naughty (= They are doing naughty things)
• He was being careless (= He was doing something carelessly)
Bandingkan contoh berikut ini, dimana be digunakan tidak untuk menggambarkan sebuah aaktivitas:
• I hope you are well. (BUKAN I hope you are being well).
• He was very happy when his friends arrived. (BUKAN He was being very happy …)
Penggunaan lainnya dari kata being adalah dalam bentuk kata kerja Pasif. Kita biasanya memakainya dengan kata kerja bentuk ketiga. Bentuknya seperti di bawah ini:
Present progressive (am/are/is being + past participle)
• The shop is closed because it is being renovated.
Past progressive (was/were being + past participle)
• I knew that he was being dishonest.
Passive –ing forms (being + past participle)
• They look forward to being invited.
________________________________________
be + infinitive
________________________________________
Rencana Yang Matang: Fungsi bentuk seperti ini adalah untuk menjelaskan suatu rencana yang sudah disusun terlebih dahulu, terutama untuk menjelaskan suatu rencana yang bersifat resmi.
• The President is to visit Nigeria next month.
Nasib: Fungsi ini juga untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
• I thought we were saying goodbye for ever. But we were to meet again, many years later.
Pra-syarat: Di dalam Kalimat Pengandaian (Conditional), ketika klausa utama mengekspresikan sesuatu yang harus terjadi dulu jika sesuatu yang lainnya itu terjadi.
• We must hurry if we are to get there by lunchtime.
Perintah: bentuk ini juga untuk memberikan perintah
• You can go to the party, but you are not to be back late.
Be + passive infinitive: Bentuk ini sering digunakan dalam bentuk Pemberitahuan dan Instruksi.
• This cover is not to be removed.
• The medicine is to be taken three times a day.

Rise vs Raise
Apa perbedaan antara rise dan raise?
Rise adalah irregular verb: rise / rose / risen
Raise adalah regular verb: raise / raised / raised
Walaupun arti keduanya sama-sama "naik", namun perbedaannya adalah rise adalah intransitive verb (tidak membutuhkan objek), sedangkan raise adalah transitive verb (membutuhkan objek):
• The sun rises in the east.
• The temperature rose to 100 degrees.
• Mary raised her hand.
• The government is going to raise taxes.
Kalau sesuatu itu naik dengan sendirinya, maka gunakan rise (contohnya matahari terbit), Namun kalau sesuatu itu tidak naik dengan sendirinya, atau karena sesuatu yang lain, maka gunakan raise (contohnya mengangkat tangan, pemerintah menaikkan harga BBM, dll).
• Allergies such as asthma and hay fever are continuing to rise around the world despite efforts to curb pollution, the principal suspect.
• After rain, (the river’s) level rose and fell mightily, and the channels were mined with sunken tree limbs.
• However, it is true that the footballer's weight has risen and fallen over the past few years.
• ... envelops the target in a substance, like a science fiction product, that is completely disabling. There is no need to kill; a gunman cannot even raise his arm to fire.
• ... she smiled broadly and raised a clenched fist at a crowd of airport workers.

Already - Yet - Still
Dalam Present Perfect, kita sering menyatakan bahwa kegunaannya adalah untuk membicarakan tentang kejadian yang berlangsung pada masa lampau dan terjadi pada waktu tertentu di masa itu dan pada saat bicara kejadian tersebut masih berlangsung. Perhatikan contoh berikut ini:
• I've visited my parents three times this week.
• She's smoked a packet of cigarettes already today.
Nah, ketika kita membicarakan tentang "waktu yang belum selesai" ini, kita sering menggunakan " already"dan " yet", yang semuanya dapat digunakan untuk menggambarkan kejadian yang sedang berlangsung atau kita mengharapkannya akan terjadi di masa sekarang.
"Already" dipakai untuk mengatakan bahwa sesuatu itu ada antara sekarang atau masa lampau, bukan di masa yang akan datang. Kata tersebut menyatakan ekspresi terkejut, misalnya karena sesuatu itu berlangsung lebih cepat dari yang diharapkan.
• "When's Sally going to come?" "She's already here."
• "You must go to Scotland." "I've already been.
• " Have you already finished? That was quick!
"Not yet" digunakan untuk mengatakan bahwa sesuatu yang diharapkan itu akan terjadi di masa datang, bukan sekarang atau di masa lalu.
• "Is Sally here?" "Not yet."
• The postman hasn't come yet.
Di dalam pertanyaan, kita memakai " yet" untuk bertanya apakah sesuatu yang kita harapkan itu sudah terjadi atau belum.
• Is supper ready yet?
• Has the postman come yet?"
"Already" dan "yet" dapat juga digunakan untuk membicarakan tentang masa lalu, dan dalam British English, kita memakai Past Perfect Tense untuk menyatakannya:
• I wanted to know if he had already left.
• They hadn't even got up yet.
Kata "still" memiliki arti dan penggunaan yang sama dengan already dan yet.
• She's still asleep.
• Is it still raining?
• I've been thinking for hours, but I still can't decide.
• You're not still seeing the Jackson boy, are you?"
Kata "still" tersebut digunakan dengan Present Simple dan tenses-tenses Continuous. Sama dengan already dan yet, kata still dapat juga digunakan dengan arti Past. Dalam hal ini, Past Simple, Continuous atau Perfect bisa juga digunakan:
• When we arrived they were still at the dinner table.
• When we arrived they were still having dinner.
• When we arrived they still hadn't finished dinner.

Such vs Such as
Such Artinya Demikian/Tersebut sedangkan Such as artinya seperti
Such as diguanakn dengan kata benda dan untuk memberikan contoh:
• He likes playing sports such as tennis, football and swimming.
• At such times as Christmas and Easter, many people take holidays.
Kegunaan such adalah sebagai berikut:
1) Dalam situasi formal, such + noun berarti "tersebut" dan diletakkan sebelum a / an.
• The committee is thinking of raising the subscription. I would oppose such a decision.
• There are various ways of composing secret messages. Such systems are called 'codes' or 'ciphers'.
2) Such digunakan sebelum Aadjective + Noun.
• I’m sorry you had such a bad journey. (= You had a very bad journey, and I’m sorry).
• It was a pleasure to meet such interesting people.
3) Dalam situasi tidak resmi, such dapat juga digunakan untuk memberikan informasi baru, ketika pembicara ingin menekankan apa yang dikatakannya.
• He’s such an idiot!
• She has such a marvellous voice!

Rabu, 02 September 2009