Have vs Have Got
Kata Kerja "have", mempunyai banyak penggunaan dalam Bahasa Inggris. Kita bisa menggunakannya untuk menyatakan "Kepunyaan", "Hubungan" dan lain sebagainya yang menyatakan sebuah aktivitas dan pengalaman.
Kalau kita menggunakan kata "have" untuk menyatakan kepunyaan, hubungan dan bentuk pernyataan lainnya, maka kata "have" dan "have got" dapat dipakai:
• I have a house in the country.
• I have got a house in the country.
• I don’t have any brothers or sisters.
• I haven’t got any brothers or sisters.
• Do you have a cold?
• Have you got a cold?
Tetapi kalau kita ingin menyatakan sebuah aktivitas dan pengalaman, maka kata "have" sajalah yang dapat digunakan. "have got" tidak dapat dipakai:
• She is having a shower at the moment (BUKAN She is having got a shower at the moment)
• We are going to have a party next month (BUKAN We are going to have got a party next month)
• They had an argument (BUKAN They had got an argument)
Namun kalau kita ragu, lebih aman kita gunakan saja "have", sebab bisa dipakai dalam situasi apapun seperti penjelasan di atas.
Perhatikan contoh-contoh berikut ini:
• I/you/we/they have got a cold.
• He/she/it has got a cold.
• I/you/we/they haven’t got a cold.
• He/she/it hasn’t got a cold.
• Have I/you/we/they got a cold?
• Has he/she/it got a cold?
________________________________________
• I/you/we/they have a cold.
• He/she/it has a cold.
• I/you/we/they don’t have a cold.
• He/she/it doesn’t have a cold.
• Do I/you/we/they have a cold?
• Does he/she/it have a cold?
Some vs Any
Some dan Any sama-sama berarti Beberapa
Some digunakan untuk makna positif sedangkan Any digunakan dalam bentuk negatif dan pertanyaan
• There is some bread on the table.
• I would like some more meat.
• Do you have any towels?
• There aren’t any more oranges.
Some dan any dapat juga digunakan sebagai bagian dari Indefinite Pronouns: something, somebody, anything, anyone.
• Is anyone home?
• There isn’t anything in the oven.
• Something is wrong.
Some dapat juga digunakan dalam kalimat tanya, khususnya untuk menawarkan sesuatu atau meminta
• Would you like some more pie?
• Could I have some candy?
Be vs Being
Kata Kerja 'to be' disebut juga Stative Verb. Kata Kerja tersebut jarang digunakan dalam bentuk kata kerja continuous (progressive) seperti, Ppresent Continuous, Past Continuous, Future Continuous, dll.
• I am sad at the moment (BUKAN I am being sad …)
• He was in the kitchen when the phone rang (BUKAN He was being in the kitchen …)
• I will be in Tenerife this time next week (BUKAN I will be being in Tenerife …)
Namun, beberapa kata kerja statif dapat juga digunakan dalam bentuk kata kerja Continuous ketika mengandung makna tertentu. Be adalah salah satu dari kata kerja tersebut.
Kalimat berikut ini tidak salah karena be digunakan untuk menggambarkan sebuah aktivitas.
• The children are being very naughty (= They are doing naughty things)
• He was being careless (= He was doing something carelessly)
Bandingkan contoh berikut ini, dimana be digunakan tidak untuk menggambarkan sebuah aaktivitas:
• I hope you are well. (BUKAN I hope you are being well).
• He was very happy when his friends arrived. (BUKAN He was being very happy …)
Penggunaan lainnya dari kata being adalah dalam bentuk kata kerja Pasif. Kita biasanya memakainya dengan kata kerja bentuk ketiga. Bentuknya seperti di bawah ini:
Present progressive (am/are/is being + past participle)
• The shop is closed because it is being renovated.
Past progressive (was/were being + past participle)
• I knew that he was being dishonest.
Passive –ing forms (being + past participle)
• They look forward to being invited.
________________________________________
be + infinitive
________________________________________
Rencana Yang Matang: Fungsi bentuk seperti ini adalah untuk menjelaskan suatu rencana yang sudah disusun terlebih dahulu, terutama untuk menjelaskan suatu rencana yang bersifat resmi.
• The President is to visit Nigeria next month.
Nasib: Fungsi ini juga untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
• I thought we were saying goodbye for ever. But we were to meet again, many years later.
Pra-syarat: Di dalam Kalimat Pengandaian (Conditional), ketika klausa utama mengekspresikan sesuatu yang harus terjadi dulu jika sesuatu yang lainnya itu terjadi.
• We must hurry if we are to get there by lunchtime.
Perintah: bentuk ini juga untuk memberikan perintah
• You can go to the party, but you are not to be back late.
Be + passive infinitive: Bentuk ini sering digunakan dalam bentuk Pemberitahuan dan Instruksi.
• This cover is not to be removed.
• The medicine is to be taken three times a day.
Rise vs Raise
Apa perbedaan antara rise dan raise?
Rise adalah irregular verb: rise / rose / risen
Raise adalah regular verb: raise / raised / raised
Walaupun arti keduanya sama-sama "naik", namun perbedaannya adalah rise adalah intransitive verb (tidak membutuhkan objek), sedangkan raise adalah transitive verb (membutuhkan objek):
• The sun rises in the east.
• The temperature rose to 100 degrees.
• Mary raised her hand.
• The government is going to raise taxes.
Kalau sesuatu itu naik dengan sendirinya, maka gunakan rise (contohnya matahari terbit), Namun kalau sesuatu itu tidak naik dengan sendirinya, atau karena sesuatu yang lain, maka gunakan raise (contohnya mengangkat tangan, pemerintah menaikkan harga BBM, dll).
• Allergies such as asthma and hay fever are continuing to rise around the world despite efforts to curb pollution, the principal suspect.
• After rain, (the river’s) level rose and fell mightily, and the channels were mined with sunken tree limbs.
• However, it is true that the footballer's weight has risen and fallen over the past few years.
• ... envelops the target in a substance, like a science fiction product, that is completely disabling. There is no need to kill; a gunman cannot even raise his arm to fire.
• ... she smiled broadly and raised a clenched fist at a crowd of airport workers.
Already - Yet - Still
Dalam Present Perfect, kita sering menyatakan bahwa kegunaannya adalah untuk membicarakan tentang kejadian yang berlangsung pada masa lampau dan terjadi pada waktu tertentu di masa itu dan pada saat bicara kejadian tersebut masih berlangsung. Perhatikan contoh berikut ini:
• I've visited my parents three times this week.
• She's smoked a packet of cigarettes already today.
Nah, ketika kita membicarakan tentang "waktu yang belum selesai" ini, kita sering menggunakan " already"dan " yet", yang semuanya dapat digunakan untuk menggambarkan kejadian yang sedang berlangsung atau kita mengharapkannya akan terjadi di masa sekarang.
"Already" dipakai untuk mengatakan bahwa sesuatu itu ada antara sekarang atau masa lampau, bukan di masa yang akan datang. Kata tersebut menyatakan ekspresi terkejut, misalnya karena sesuatu itu berlangsung lebih cepat dari yang diharapkan.
• "When's Sally going to come?" "She's already here."
• "You must go to Scotland." "I've already been.
• " Have you already finished? That was quick!
"Not yet" digunakan untuk mengatakan bahwa sesuatu yang diharapkan itu akan terjadi di masa datang, bukan sekarang atau di masa lalu.
• "Is Sally here?" "Not yet."
• The postman hasn't come yet.
Di dalam pertanyaan, kita memakai " yet" untuk bertanya apakah sesuatu yang kita harapkan itu sudah terjadi atau belum.
• Is supper ready yet?
• Has the postman come yet?"
"Already" dan "yet" dapat juga digunakan untuk membicarakan tentang masa lalu, dan dalam British English, kita memakai Past Perfect Tense untuk menyatakannya:
• I wanted to know if he had already left.
• They hadn't even got up yet.
Kata "still" memiliki arti dan penggunaan yang sama dengan already dan yet.
• She's still asleep.
• Is it still raining?
• I've been thinking for hours, but I still can't decide.
• You're not still seeing the Jackson boy, are you?"
Kata "still" tersebut digunakan dengan Present Simple dan tenses-tenses Continuous. Sama dengan already dan yet, kata still dapat juga digunakan dengan arti Past. Dalam hal ini, Past Simple, Continuous atau Perfect bisa juga digunakan:
• When we arrived they were still at the dinner table.
• When we arrived they were still having dinner.
• When we arrived they still hadn't finished dinner.
Such vs Such as
Such Artinya Demikian/Tersebut sedangkan Such as artinya seperti
Such as diguanakn dengan kata benda dan untuk memberikan contoh:
• He likes playing sports such as tennis, football and swimming.
• At such times as Christmas and Easter, many people take holidays.
Kegunaan such adalah sebagai berikut:
1) Dalam situasi formal, such + noun berarti "tersebut" dan diletakkan sebelum a / an.
• The committee is thinking of raising the subscription. I would oppose such a decision.
• There are various ways of composing secret messages. Such systems are called 'codes' or 'ciphers'.
2) Such digunakan sebelum Aadjective + Noun.
• I’m sorry you had such a bad journey. (= You had a very bad journey, and I’m sorry).
• It was a pleasure to meet such interesting people.
3) Dalam situasi tidak resmi, such dapat juga digunakan untuk memberikan informasi baru, ketika pembicara ingin menekankan apa yang dikatakannya.
• He’s such an idiot!
• She has such a marvellous voice!
Minggu, 06 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar